Outbond POMOSDA Membangun Kebersamaan dalam Kebersandaran

Pagi ini cukup mendukung untuk menarik selimut lagi dan melanjutkan tidur. Hujan semalam membuat cuaca berkabut dan suhu dingin. Satu persatu teman-teman datang ke area candi bersama keluarga. Yang lain mempersiapkan mobil untuk tranportasi.

Sekitar setengah jam, sudah berkumpul cukup banyak ustad/ustadzah yang akan outbond di Srambang Park Ngawi. Doa pagi dilaksanakan sebelum berangkat. Berharap perjalanan dan kegiatan berjalan lancar.

Pukul 07.00 rombongan berangkat ke lokasi. Ada 16 mobil termasuk 1 mobil Elf. Kejadian lucu ketika mobil Elf di tunggu-tunggu tidak datang, ternyata menunggu di lapangan bola SMA.

Rombongan Ndalem lewat tol dan yang lain lewat jalan umum. Sampai di stasiun Paron di jemput oleh tim Jatayu Ngawi dan diarahkan ke tempat transit rumah mas Dainuri Kendal. Sekitar pukul 09.00 sampai di rumah mas Dainuri. Di susul oleh rombongan yang lain.

Penyambutan yang luar biasa dari sedulur jamaah Ngawi. Dari penataan parkir, suguhan dll. Bahkan sampai pengawalan menuju lokasi Srambang Park.

Jalan menuju lokasi cukup sempit, akan kesulitan jika berpapasan dengan kendaraan dari lawan arah. Mengingatkan jalan menuju ASA. Tapi jalannya lebih halus beraspal. Dengan pengawalan Tim Jatayu Ngawi kami sampai di lokasi. Parkir kendaraan dan lokasi cukup jauh dan bisa di tempuh dengan jalan kaki atau menggunakan jasa ojek.

Kesan pertama masuk Srambang Park adalah bersih. Bak sampah sudah terpisah antara organik dan anorganik. Walaupun setelah di lihat sampah masih campur. Beberapa tanaman sudah di labeli mulai dari nama latin sampai manfaatnya. Air sungai jernih. Gazebo, tempat selfie ada di beberapa tempat. Kamar mandi cukup bersih. Sayang ada kotak di depan kamar mandi. Sekitar air terjun terdapat Mushola, panggung musik untuk live musik. Juga ada beberapa warung.

Ada momen ketika berkenalan dan ngobrol dengan petugas kebersihan bernama pak Suwanto. Dari keterangan beliau, Srambang Park di kelola oleh swasta dengan manajemen di kelola oleh seorang Kepala SD. Di buka tahun 2017.

Yang menarik adalah pengelolaan kebersihan. Informasi dari pak Suwanto Srambang Park adalah salah satu tempat wisata terbersih di Jawa Timur. Bahkan sampai tingkat Nasionsl. Untuk tata kelola kebersihan, 1 orang petugas kebersihan di beri tanggung jawab area 200 m2. Termasuk perawatan tanaman.

Jadi terbayang di Pondok..dengan luasan sekitar 2 ha (20.000 m2). Jumlah civitas dan santri sekitar 1000. Maka 1 orang hanya kebagian area 20 m2. Hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk membersihkan.

Ada mandor (koordinator) kebersihan yang bertugas kontroling. Ketika area yang tidak bersih atau tanamannya mati, koordinator akan melaporkan ke group dan segera di tangani.

Ada satu hal yang kurang yaitu TPA. Sampah di buang di pinggir kali dan menumpuk, padahal di.TPA sudah ada tempat pemilahan sampah.

Pulang di sambut dengan hujan..rombongan di arahkan ke tempat pak Andaka untuk mencicipi siomay dan bakso.

Lelah dan kenyang..lanjut pulang ke Pondok..

Semoga (berharap) semangat, kekompakan dan totalitas sedulur jamaah Ngawi dalam menyambut rombongan dari Pondok menular ke kita dalam melayani dan mendampingi santri.

Bersih itu nyaman dan indah..

Sekian dan terima kasih

4 thoughts on “Outbond POMOSDA Membangun Kebersamaan dalam Kebersandaran”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *