Paradigma Pendidikan

Ketika berusaha memahami persoalan bangsa dan negara ini ternyata sumber daya manusia menjadi faktor strategis penentu keberhasilan pembangunan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini. Pengembangan dan kemapanan sumber daya manusia sangat tergantung kepada sistem pendidikan dan kemampuan pengenalan diri pribadinya.

Sistem pendidikan di Indonesia ini telah diatur sedemikian rupa, melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran. Oleh karena itu, Pemerintah sebagai penyelenggara negara mengusahakan dan menyelenggarakan pendidikan nasional, yang diatur dengan undang-undang.

Seluruh komponen bangsa wajib mencerdaskan kehidupan bangsa, yang merupakan salah satu tujuan negara Indonesia. Bangsa Indonesia perlu mewujudkan visi pendidikan nasional sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia menjadi manusia yang berkualitas, sehingga mampu menjawab tuntutan zaman.

Perlu dipertegas bahwa selain sistim pendidikan, yang akan mampu mengembangkan dan memapankan sumber daya manusia adalah kemampuan mengenal jati dirinya. Pengenalan jati diri sebagai komponen bangsa telah termaktub dalam Pancasila dan UUD 1945. Pengenalan jati diri sebagai hamba Tuhan memerlukan sistematika dan disiplin keilmuan tersendiri, sehingga memerlukan sebuah metode dan dengan pendekatan yang khusus.

Paradigma pendidikan yang berorientasi pada kemapanan moral dan mental dengan berbasis ketauhidan merupakan esensi pengembangan sumber daya manusia. Sehingga wawasan, ilmu pengetahuan, teknologi, ketrampilan dan bahkan kecerdasan yang dimiliki berlandaskan dan berorientasi ke-ilahi-an.

Oleh karenanya institusi POMOSDA (Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa) dalam penyelenggaraan pendidikannya menggabungkan sistim pendidikan secara umum (menurut UU No 20 SISDIKNAS) dengan sistem Kepondokan yang sudah membudaya di Indonesia ini, khususnya Jawa.

Dalam konteks inilah institusi POMOSDA yang didirikan oleh Bapak K.H. Mohammad Munawwar Afandi, yang berada dalam badan hukum Yayasan Lil Muqorrobien dengan akte notaris nomor : 05 Tanggal 22 Oktober 1995. Dan dalam yayasan ini bernaung pula PONDOK SUFI dan GERAKAN JAMAAH LIL-MUQORROBIN yang Cabang dan Rantingnya hampir merata ke seluruh tanah air. Mulai tahun ajaran 2007 – 2008 ini menyelenggarakan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dipondokkan. Dengan nama SMP POMOSDA.
Bentuk Sekolah :
Sekolah yang didirikan ini berbentuk SEKOLAH MENEGAH PERTAMA (SMP) yang di pondokkan, melalui program terpadu dalam kesatuan sistem pondok dan sistem sekolah dengan dasar ke-ilahi-an yang dipandang sebagai referensi mutlak sifatnya.

Secara ringkas berdirinya SMP POMOSDA dilatar belakangi oleh hal-hal sebagai berikut:

  1. Kualitas SDM sangat mempengarui kemajuan bangsa. Kualitas ini meliputi kualitas pribadi dalam keimanan dan ketaqwaan dalam pengertian yang sebenarnya dan kualitas penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
  2. Sebagai sebuah upaya ikut memecahkan masalah yang dihadapi bangsa saat ini yaitu moralitas (dekadensi moral) yang cukup memprihatinkan.
  3. Paradigma pendidikan yang menyekat Ilmu yang berbasis pengetahuan dan teknologi sebagai ilmu dunia dengan ilmu–ilmu yang berbasis agama diperlakukan sebagai ilmu akherat. Sedang sebenarnya sesuatu akan disebut sebagai ilmu akherat atau ilmu dunia adalah tergantung dari orientasi niat, tujuan dan peruntukkannya.
  4. Ketertinggalan umat Islam pada umumnya dan pondok (pesantren) pada khususnya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  5. Eksplorasi dan Eksploitasi kekayaan alam bangsa Indonesia, yang tersedot keluar akibat tertinggalnya (terkalahkan) dalam Ilmu pengetahuan dan teknologi.
  6. Program pendidikan yang memiliki sasaran capaian jiwa kemandirian. Dikarenakan tidak semua lulusan “berkesempatan” untuk ke jenjang yang lebih tinggi.

SMP POMOSDA melalui program terpadu dalam “kesatuan sistem pondok dan sistem madrasah dengan dasar ke-ilahi-an dipandang sebagai referensi yang sifatnya Mutlak” turut berpartisipasi dalam program pendidikan nasional untuk meningkatkan mutu/kualitas sumber daya manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa dengan berkemampuan dalam Iilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki vokasional skill (ketrampilan/kecakapan hidup).

Tujuan Pendirian Sekolah:

  • Mewujudkan sumber pendidikan, penyiaran dan pengajaran Islam yang seluas-luasnya demi li I’ilaai Kalimatillah.
  • Menyiapkan generasi yang al-arif billah, generasi yang cakap dan luas serta tinggi kepahamannya tentang Islam, rajin beramal dan berbakti kepada masyarakat berdasarkan taqwa, untuk menjadi anggota masyarakat yang berilmu, beramal dan bertaqwa sebagai sumber daya baldatun toyyibatun wa Robbun ghaffur.