UNBK, Bukan Halangan tapi Peluang Menuju Kesuksesan

“Pengalaman baru itu selalu mengasyikkan.” Ungkap Siti Masruroh, Ketua Pelaksana UNBK SMP Pomosda. Ujian Nasional Berbasis Komputer yang dilangsungkan oleh sebagian besar SMP di Indonesia, termasuk SMP Pomosda Tanjunganom, berjalan lancar sesuai jadwal. Mulai tanggal 2–4 Mei 2017 dan masih dilanjutkan pada hari Senin, 8 Mei 2017.

Dalam Ruang Ustadz/Ruang Guru yang bernuansa putih dengan kursi dan meja yang telah tertata layaknya Ruang Rapat, Bu Ruri–sapaan akrab beliau–membagikan cerita tentang pelaksanaan UNBK SMP Pomosda yang baru berlangsung selama tiga hari. Menurut pengamatan beliau, ujian tersebut berjalan lancar. Para santri yang mengikuti ujian sama sekali tidak merasa gugupdan telah siap secara materi dan mental. “Anak-anak sudah terbiasa dengan CBT (Computer Based Test). Jadi, ketika ujian menggunakan komputer, mereka sudah lanyah. Tidak kaku dan kesulitan.” Kata beliau sambil mengeluarkan kalender pendidikan dari dalam laci yang kemudian  belaiu tunjukkan.

Suasana kekeluargaan, kebersamaan, dan saling mendukung sangat kentara di lingkungan Pomosda. Dalam segala hal. Termasuk dalam kegiatan persiapan dan pelaksanaan UNBK SMP Pomosda ini. Panitia UNBK sama sekali tidak sendirian dalam menyelesaikan segala persiapan. Kontribusi SMA Pomosda sebagai salah satu lembaga pendidikan yang sama-sama dalam nauangan yayasan Jatayu Pomosda sangatlah membantu. Semua terintegrasi sebagai satu kesatuan. Tidak terpisah dan tidak memisah sama sekali.

Segala sesuatu yang bersifat teknis tentang jaringan komputer pun diambil alih oleh tim ICT Service Pomosda, juga sebagai sarana untuk saling mendukung dalam kebersamaan. Dengan begitu, panitia UNBK tidak terlalu kewalahan dan khawatir karena masalah jaringan telah ditata secara apik oleh tim ICT Service.

Tidak ada kendala yang berarti selama pelaksanan ujian. Hanya beberapa santri yang mendapatkan giliran atau kloter kedua mengeluh karena merasa jenuh dan tidak fresh dalam melaksanakan ujian.

“Yang mendapat giliran kedua gak enak. Harus nunggu kloter sebelumnya. Kan jenuh, Kak. Bikin ngantuk.” Keluh Fitria Rahmawati, santi kelas IX yang mendapatkan giliran UNBK di siang hari.

Memang benar ungkapan Bu Ruri, pengalaman baru selalu mengasyikkan. Para peserta pun sependapat. Menurut mereka ujian dengan basis komputer jauh lebih efektif dan simple. Tidak ribet seperti ujian tulis–yang harus melingkari banyak kolom.

“Kalau ujian tulis capek lingkarin (melingkari), Kak. Apalagi namaku kan panjang.” Ucap Galuh Syafifah Nur Fuaddah atau yang lebih akrab disapa Galuh. Ia sangat menikmati UNBK ini. Tidak banyak yang membedakan antara ujian tulis dengan ujian yang berbasis komputer ini karena hanya medianya saja yang berbeda. Durasi pengerjaan ujian pun sama seperti ujian tulis tahun lalu.

Kendala yang dihadapi oleh para peserta UNBK SMP Pomosda, sama seperti yang dialami oleh para peserta lain di berbagai sekolah, yaitu trouble jaringan dan pointer yang tiba-tiba tidak bisa digerakkan. Namun, pada pelaksanaan UNBK SMP Pomosda, hal itu dapat langsung diatasi karena tim ICT selalu mendampingi pelaksanaan ujian. Berjaga-jaga jika tiba-tiba ada hal yang tidak beres dengan perangkat komputer ataupun jaringan. Komputer cadangan pun juga telah disiapkan untuk antisipasi bila ada komputer yang hang.

“Kalau pointer-nya tiba-tiba gak bisa digerakin, langsung ganti komputer, Kak. Nanti log in-nya pakai token yang sebelumnya, jadi melanjutkan soal yang sebelumnya. Tak harus mengulang dari soal yang pertama.” Terang Lia, salah satu peserta UNBK.

Karena sudah terbiasa melaksanakan CBT, para peserta UNBK dari SMP Pomosda ini mendapatkan berbagai pujian dari para pengawas. Mereka tidak menyangka bahwa sekolah swasta seperti SMP Pomosda mampu menyiapkan segala persiapan. Mulai dari hal teknis maupun non teknis. “Peserta dari Pomosda ini hebat, mereka seperti sudah terlatih dan tidak gugup. Persiapannya matang”. Puji pengawas dari SMPN 1 Tanjunganom.

Leave a Reply