Bahagia

BAHAGIA

 adalah salah satu dari beberapa macam perasaan manusia. Kebanyakan manusia merasakan kebahagian tersebut bila mereka mampu mencapai sesuatu yang mereka inginkan. Seperti mendapatkan hadiah dari seseorang, mendapatkan baju yg dia dambakan, mendapat makanan enak,  dll.

Padahal rasa bahagia tidak hanya mampu dihasilkan oleh materi-materi tersebut. Namun, bisa juga di dapatkan dari aktivitas positif. Seperti memberi, menolong, bahkan mengingat fitrah manusia. Seperti yang telah disampaikan oleh Anas Ahmad Karzun. “Mereka berpaling dari jalan keimanan, sehingga mereka tak pernah sampai kepada kebahagiaan itu kecuali fatamorgana belaka (2011: 6)”.

Untuk mendapatkan kebahagianaan sejati, manusia juga perlu memerangi hawa nafsu negatif yang mampu mengendalikan diri manusia. Seperti mencuri, merampok, berpacaran, memfitnah, membunuh, dll. Walaupun aktivitas tersebut dapat menghasilkan kepuasan dan kebahagiaan bagi sang pelaku, namun kebahagian yang dia dapatkan tersebut hanya bersifat duniawi yang tidak akan bertahan lama.

Seperti yang telah disampaikan oleh Anas Ahmad Karzun, “Namun harus disadari, kebahagiaan itu pada awalnya tak terlepas dari berbagai macam kesulitan dan tekad keras untuk memerangi hawa nafsu, hingga pada akhirnya orang itu akan merasakan manis dan tingginya nilai kebahagiaan (2011: 22)”.

Menurut Imam Ibnu Qayyim dalam Anas Ahmad Karzun “Sumber kebahagiaan dunia dan akhirat adalah dengan berpegang teguh kepada Allah dan juga berpegang teguh kepada tali (agama) Allah. Tidak keselamatan kecuali bagi orang yang mau berpegang teguh dengan kedua hal ini (2011: 22)”. Jadi, segala kebahagiaan yang dirasakan oleh manusia bersumber kepada berpegang teguh kepada Allah dan agama Allah. Karena, dengan berpegang teguh kepada agama Allah, maka manusia akan terhindar dari jalan kesesatan. Dan jika manusia mampu berpegang teguh kepada Allah, maka manusia akan terhindar dari kerusakan dan kehancuran. Apabila manusia mampu melaksanakan keduanya, maka mereka akan mencapai keselamatan.

Kebanyakan manusia di dunia memutar balikkan apa makna kebahagian sebenarnya. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa mayoritas orang akan menganggap  bahwa orang yang mempunyai materi lebih, akan dipandang lebih bahagia dibandingkan orang yang mempunyai materi pas-pasan. Misal, seorang pedagang koran memiliki tingkat kesabaran dan keimanan tinggi. Terkadang sebagaian banyak dari mereka merasa bahwa kebahagiaan dalam kehidupannya tak pernah datang.

Sedangkan seorang pedagang emas yang dalam penjualannya dibantu oleh makhluk yang tak semestinya, dia justru dianggap merasa kebahagiaan tersebut selalu melengkapi kehidupannya. Padahal kebahagiaan sesungguhnya telah dirasakan oleh seseorang pedangang koran. Memang, dalam penjualannya ia harus bersusah payah demi mendapatkan uang, namun justru kehalalan rezeki itulah yang dapat membahagiakannya.

Dunia ini adalah tempat bagi manusia untuk menghadapi ujian-ujian dari-Nya. Maka tidak heran jika banyak manusia yang gagal dalam ujian tersebut hanya karena mudah terhasut oleh hal-hal duniawi. Namun ada pula sebagian dari mereka yang berhasil. Ibarat manusia saat melaksanakan ujian sekolah. Ada yang lulus, ada pula yang tidak lulus. Orang yang memaksakan diri untuk tidak melakukan hal-hal negatif, adalah contoh dari orang-orang yang berhasil atau lulus. Namun, jika hanya tidak mampu memaksa dan nafsunya, itu adalah contoh orang yang gagal atau tidak lulus dalam menghadapi ujian. Bagi orang yang berhasil, maka ia akan selalu bersyukur atas nikmatnya, ketika mendapatkan ujian-ujian itupun, ia akan selalu berikhtiar dan bertawakal. Sedangkan bagi mereka yang gagal, ia tidak dapat merasakan kenikmatan sesungguhnya, dan hanya mampu meluapkan emosinya. Saat mendapat suatu cobaan ataupun ujian.

Sumber kebahagiaan pada manusia sangat banyak. Salah satunya adalah hormon endorfin yang biasa disebut hormon kebahagiaan. Hormon ini berupa senyawa kimia yang dapat membuat seseorang merasa senang sekaligus untuk kekebalan tubuh. Endorfin diproduksi oleh tubuh manusia tepatnya pada kelenjar pituitary saat manusia merasa bahagia dan saat isrirahat yang cukup.

Hormon endorfin dapat diproduksi pada saat manusia sedang melakukan beberapa aktivitas. Antara lain olahraga, tertawa, menangis, tersenyum, bersosialisasi, berfikir positif, dipijat, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Tidak hanya dengan aktivitas, hormon endorfin juga dapat diproduksi oleh beberapa benda atau makanan, seperti coklat, cabe, dan ginseng. Bahkan sinar UVpun juga dapat memproduksi hormon endorfin.

Orang yg beriman memiliki pilar-pilar penopong kebahagiaan. Sebab, hanya orang yang beriman yang mampu merasakan kebahagiaan atas apa yang telah membuatnya dimuliakan Allah . pilar-pilar itu antara lain, keimana, keyakinan,dan keridhaan, yang kemudian akan ditambahkan dengan semua kenikmatan yang telah Allah berikan. Ada tiga nikmat yang mereka utamakan. Tiga nikmat tersebut antara lain:

Rasa aman dan tentramnya hati. Karena dengan tentramnya hati, manusia dapat melakukan segala aktivitasnya secara tenang dan pasti. Apabila tanpa ketentraman hati, maka segala aktivitas yang dilakukan tidak akan mendapatkan berkah.

Selain rasa aman dan ketentraman hati, kesehatan tubuh dan terhindar dari segala macam penyakit juga termasuk dalam salah satu nikmat utama. Karena, dengan kesehatan tubuh yang optimal, maka kegiatan dan hasilnyapun juga akan menjadi optimal.

Nikmat utama yang terakhir adalah kebutuhan makanan pokok yang didapatkan secara halal. Bukan hanya cara mendapatkannya, namun juga kandungan yang terdapat di dalamnya. Karena, kehalalan tersebutlah yang sesungguhnya justru dijadikan dasar kebahagiaan. Segala makanan halal akan memberikan manfaat yang baik bagi konsumennya. Begitu pula sebaliknya.makan yang tidah halal, justru akan memberikan pengaruh buruk bagi konsumennya.

Leave a Reply